03 April 2014

Saya suka foto. Kalau kamu?

Salah satu hobi saya adalah foto memfoto. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia yang saya kutip dari situs wikipedia, arti kata foto adalah gambar diam, yang dihasilkan oleh kamera yang merekam suatu obyek atau kejadian atau keadaan pada suatu waktu tertentu.

 

Ya, saya suka mengabadikan sesuatu melalui foto. Sejak SMA saya sudah menyukai yang namanya kegiatan foto-memfoto. Saya tidak mau menyebutkan dengan sebutan fotografi, karena memang saya menyadari tingkatan saya belum setinggi kalimat tersebut.

Kembali ke foto-memfoto, ketika SMA saya pernah meminjam sebuah kamera Film milik teman sekelas kala itu. Dari situ saya mulai suka sama sesuatu yang berhubungan dengan foto dan berlanjut hingga sekarang.

Saat ini, sudah banyak kemudahan yang bisa kita lakukan untuk kegiatan foto-memfoto. Mulai dari HP berkamera, kamera digital, hingga DSLR berbagai kelas sudah mampu mengabadikan momen-momen yang terjadi di sekitar kita. Tapi perlu diingat juga, area “Privasi” itu tetap ada. Jangan sampai hobi kita malah membuat pihak lain merasa tidak senang. Yang penting kita tetap menjaga etika dan aturannya.

 

Kembali ke hobi saya, terkadang di tengah kesibukan di tempat saya bekerja, saya luangkan waktu untuk sekedar memfoto kegiatan siswa. Entah itu yang tidak penting-penting amat, hingga kegiatan siswa yang memang saya ditunjuk menjadi panitia bagian dokumentasi. Namanya juga untuk mengasah kemampuan, kita butuh yang namanya “jam terbang” untuk menguasai alat foto kita.

Tidak ada rasa jenuh yang saya alami hingga saat ini. Karena satu foto kadang memberikan kita beribu pengalaman dan berjuta cerita. Walaupun kadang tak sedikit juga yang betul-betul mengkritik foto saya seenaknya saja tanpa dasar yang jelas. Tapi semua itu saya jadikan masukan yang baik untuk saya. Sehingga saya bisa mencari referensi gratis yang beredar di internet yang bisa saya pelajari. Toh, banyak juga yang tetap mengapresiasi hasil foto saya. Termasuk majalah “AT TARBIYAH” MTs. Negeri Slawi yang terbit secara internal tiap semester, selalu menggunakan foto saya di rubrik “Bidik Lensa”. Dan semua itu saya anggap sebagai pembelajaran saja. Kan banyak juga yang bilang “Sebuah Foto itu bersifat relatif”, jadi kembalikan saja ke penilaian masing-masing. Saya sih enjoy aja... dan akan terus dan tetap berkarya semampu saya.

 

Di akhir tulisan ini, saya ingin berpesan kepada diri saya sendiri dan buat orang-orang yang sedang menekuni sesuai bidangnya masing-masing. Bahwa penilaian orang pasti berbeda, tinggal bagaimana kitanya saja yang menyikapi. Karena memang itulah seninya hidup, nikmati saja dulu aja.

Oke bro...?

 

Slawi, 3 April 2014
Foto: dokumen pribadi.

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment