03 April 2014

Mengapa saya begitu mengidolakan Valentino Rossi?

Tulisan ini saya tulis untuk menanggapi beberapa komentar yang tertuju kepada saya. Salah satunya ada yang nyeletuk bilang “Bisane gambare Rossi terus sih bar? Kan saiki wis kalahan.” (Kenapa gambarnya rossi terus sih bar? Kan sekarang udah sering kalah.) kurang lebih terjemahannya seperti itu.

Menurut saya pribadi begini, mau Rossi kalah terus atau menang terus pun tidak ada pengaruhnya buat saya. Toh karena saya memang tidak hidup dari penghasilannya Rossi... Hehe.

 

Yang saya jelaskan disini itu kenapa saya mengidolakan Rossi ya karena selain dari sisi dia seorang pebalap MotoGP juga dari sisi personalnya serta pengaruh di lingkungan sekitar Rossi. Misalnya begini, ada beberapa yang mengatakan Rossi itu ya identik dengan MotoGP, sebaliknya juga MotoGP untuk era saat ini ya identik juga dengan Rossi (koreksi saya klo salah).

Menurut saya lagi nih, belum ada yang bisa menggantikan posisi dia sebagai seorang “entertainnya” MotoGP, walaupun saat ini ada beberapa rider yang cukup punya nama. Pasti sudah pada tahu lah siapa-siapa saja nama-nama tersebut (belum bro.. sebutin dong!). Okelah, saya sebutkan. Misalnya ada Dani Pedrosa yang berasal dari negara Matador alias Spanyol yang memulai debut MotoGP-nya pada tahun 2006. Selain itu ada juga Jorge Lorenzo yang juga berasal dari Spanyol yang kita tahu dulunya sering bersitegang dengan Rossi. Sampai-sampai garasi Yamaha dibelah jadi dua untuk memisahkan mereka berdua. Kemudian yang terakhir ada si “Baby Alien” alias Marc Marquez yang juga berasal dari Spanyol. Melakukan debutnya pada Musim 2013, si baby alien ini langsung menjadi Juara Dunia. Dan sekedar info kecil, dalam sejarah MotoGP hanya ada 2 rider yang melakukan debut MotoGP dan langsung menjadi juara dunia di tahun tersebut, yaitu Kenny Robert yang berasal dari Inggris yang melakukan debut MotoGP-nya pada musim MotoGP tahun 1978 (koreksi juga klo saya salah), dan yang terakhir yang masih hangat adalah pada Musim 2013 yang lalu yaitu Seorang Marc Marquez itu sendiri.


Okelah, sekarang kembali ke Rossi. Lalu mengapa saya begitu mengidolakannya? (kasih tau ega yaa....)

emm kasih tau aja deh...

Oke...

Begini ya, saat ini rossi masih menjadi “IKON” sebuah kejuaraan terkemuka di dunia. Itu yang menjadi alasan saya mengapa mengidolakannya. Lihat saja, kalah ataupun menang, rossi tetap menyuguhkan aksi-aksi yang cukup menarik dan jadi pusat berita didalam maupun di luar lintasan. Ya secara kasarannya bisa saya bilang ketika mendengar kata “MotoGP” maka orang akan langsung berpikiran ke sosok yang bernama “Valentino Rossi” ini.

Itu yang ingin saya tiru, saya ingin sekali menjadi “sesuatu” yang ketika “sesuatu” itu disebut, maka pikiran orang akan langsung tertuju ke saya, ya minimal di lingkungan terdekat dulu (ya..ya..ya..). Dan itu ternyata memang tidak mudah. Kita harus punya “modal” untuk menuju kesana. Ya tidak usah saya sebutkan lah. Yang penting Intinya di usia yang sudah 35 tahun ini Rossi tetap menjadi sebuah “IKON” yang entah sampai kapan itu akan terus dia sandang dan pada akhirnya pun Rossi menjadi “Legenda Hidup” sebuah kejuaraan dengan 9 Gelar juara dunia dan rekor-rekor yang lainnya yang belum bisa dilewati oleh rider-rider muda era sekarang.

Jadi, menurut anda?

 

Slawi, 3 April 2014.

Sumber foto Rossi:

  1. Editan pribadi
  2. http://nimg.sulekha.com/sports/original700/valentino-rossi-2009-6-26-9-21-38.jpg
  3. http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/jorge-lorenzo-valentino-rossi-dani-pedrosa-dan-marc-marquez.jpg
  4. http://photos.motogp.com/2013/07/18/46rossi,93marquez__s1d8855_original.jpg

Reaksi:

2 komentar:

Post a Comment